Menu

Dark Mode
Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

Uncategorized

Di Balik Jas Dokter, Zuhria Rajut Ketenangan Hidup

badge-check


					Foto: Rajut Kebersamaan dan Kreativitas
dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K. (kanan) bersama rekan Persit saat merajut dalam suasana santai. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi. Perbesar

Foto: Rajut Kebersamaan dan Kreativitas dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K. (kanan) bersama rekan Persit saat merajut dalam suasana santai. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi.

JAKARTA — Di balik rutinitas padat sebagai dokter spesialis, Zuhria Novianty menyimpan satu ruang personal yang tak tergantikan: dunia keterampilan tangan yang telah ia kenal sejak kecil, Senin, (13/4/2026).

Kecintaan itu tumbuh dari lingkungan keluarga yang akrab dengan aktivitas kreatif. Sejak dini, Zuhria terbiasa mengeksplorasi berbagai bentuk kerajinan, mulai dari membuat paper bag, menjahit, hingga merajut. Keterbatasan akses belajar pada masa itu tidak menjadi penghalang, justru membentuk kemandirian dan rasa ingin tahu yang kuat.

Memasuki fase pendidikan tinggi, minatnya terhadap dunia mode dan kreativitas sempat menguat. Namun, pilihan hidup membawanya menekuni dunia kedokteran—sebuah keputusan yang menuntut komitmen penuh sekaligus menjadi titik awal perjalanan profesionalnya di bidang medis.

Seiring waktu, perannya bertambah. Selain berkarier sebagai dokter, ia juga menjalani kehidupan sebagai istri dari Benu Supriyantoko dan seorang ibu. Ritme kehidupan yang padat membuat ruang untuk menyalurkan hobi perlahan menyempit, bahkan sempat terabaikan.

Momentum itu berubah setelah ia menuntaskan pendidikan spesialis. Zuhria mulai kembali mencari keseimbangan hidup, dan merajut menjadi pilihan yang ia jatuhkan. Aktivitas ini dinilainya sederhana, fleksibel, dan dapat dilakukan di sela kesibukan tanpa mengganggu tanggung jawab utama.

Bagi Zuhria, merajut bukan sekadar kegiatan pengisi waktu. Ia menemukan ketenangan dalam setiap simpul benang yang dirangkai, sekaligus kepuasan saat melihat hasil karya terbentuk dari proses yang perlahan namun pasti.

Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa passion yang tumbuh sejak kecil tidak benar-benar hilang. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali hadir—memberi makna, sekaligus menjaga keseimbangan di tengah tuntutan hidup yang terus bergerak.

 

Reporter: Matyadi

Lainnya

Baksos Kesehatan di Kapuk Diserbu Warga, Ribuan Orang Terlayani Gratis

26 April 2026 - 16:14 WIB

Konflik Internasional Memanas, Panglima TNI Waspadai Dampak dan Hoaks

20 April 2026 - 19:30 WIB

Dandim Tulungagung Jalin Sinergi dengan UIN SATU, Dorong Kolaborasi TNI dan Kampus

31 March 2026 - 14:53 WIB

PWI Jakbar Siap Jadi Mitra Strategis Sosialisasi Program BPN Jakarta Barat

4 February 2026 - 19:18 WIB

Korem 081/DSJ Terbuka Jalani Audit Kinerja Itjen TNI

4 February 2026 - 16:25 WIB

Trending di Uncategorized