Menu

Dark Mode
Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama Sidang Fauziah-Eko, Saksi Ungkap PO dan Transaksi Rp2 Miliar Forwaka Sumut Rancang Koperasi, LBH dan STM untuk Perkuat Perlindungan serta Kesejahteraan Anggota Bea Cukai Perangi Rokok Ilegal, 10 Juta Batang Diamankan dengan Kerugian Rp8 Miliar Usai Dilantik, Anjasra Fokus Inventarisasi Barang Bukti Ngopi Usai MHT, Pokja PWI Jaktim Bahas Peluang Usaha

TNI/Polri

TNI dan Warga Masaran Bersinergi Hadapi Ancaman Longsor

badge-check


					Foto: Personel TNI dari Koramil 0806-04/Bendungan bersama warga Desa Masaran bergotong royong membersihkan saluran air dan material tanah di tepi jalan desa, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (16/1/2026) Perbesar

Foto: Personel TNI dari Koramil 0806-04/Bendungan bersama warga Desa Masaran bergotong royong membersihkan saluran air dan material tanah di tepi jalan desa, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (16/1/2026)

Trenggalek — Ancaman tanah longsor di wilayah perbukitan Trenggalek mendorong aparat teritorial TNI bersama warga bergerak lebih awal. Personel Koramil 0806-04/Bendungan turun langsung ke lapangan menggelar kerja bakti mitigasi bencana di Desa Masaran, Jumat (16/1/2026).

Aksi gotong royong ini melibatkan warga setempat, perangkat desa, hingga unsur Kampung Siaga Bencana. Mereka menyasar titik-titik rawan di RT 03 dan RT 04 dengan membersihkan saluran drainase serta memangkas vegetasi liar di sepanjang badan jalan desa yang berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras.

Puluhan personel dan warga tampak bekerja berdampingan sejak pagi. Endapan tanah, sampah, dan semak-semak yang menutup saluran air dibersihkan secara manual menggunakan peralatan sederhana. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah genangan dan erosi tanah yang kerap memicu longsor di wilayah dataran tinggi.

Bati Tuud Koramil 0806-04/Bendungan, Peltu Hadi Purnomo, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya preventif TNI dalam menekan risiko bencana di wilayah binaan. Menurut dia, mitigasi tidak bisa bergantung pada satu pihak.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Kami ingin memastikan lingkungan warga lebih siap dan aman sebelum bencana terjadi,” kata Hadi di sela kegiatan.

Wilayah Kecamatan Bendungan dikenal memiliki kontur perbukitan yang rawan pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Karena itu, pembersihan drainase dan penataan lingkungan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi potensi longsor.

Kepala Desa Masaran, Parmin, mengapresiasi keterlibatan aktif TNI dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan desa menghadapi ancaman bencana alam.

Kerja bakti ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya teknis mitigasi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara warga dan aparat. Gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi fondasi menuju desa yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

 

Lainnya

Bela Negara Bukan Soal Seragam, Danpusterad Ingatkan Ancaman di Era Digital

14 August 2026 - 12:26 WIB

Hari Jadi ke-458, Danrem Untoro Dorong Sinergi Bangun Kabupaten Madiun Bersahaja

18 July 2026 - 22:48 WIB

MPLS SMPN 2 Watulimo Diisi Pelatihan Bela Negara dan PBB dari TNI

15 July 2026 - 16:48 WIB

Kodim 0806/Trenggalek Buka Ruang Belajar bagi Anak TK, Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

14 July 2026 - 15:19 WIB

Warga dan TNI Bahu-Membahu, Jembatan Garuda Buka Harapan Baru di Ponorogo

23 June 2026 - 14:23 WIB

Trending di TNI/Polri