Menu

Dark Mode
Patroli Gabungan Jakarta Timur, Bongkar Pelanggaran Remaja hingga Pesta Miras di Titik Rawan Dari Teori ke Aksi: BEM TALKS UPJ Desak Kampus Cetak Problem Solver, Bukan Sekadar Lulusan Dandim Trenggalek Pantau Pra TMMD ke-128, Percepatan Infrastruktur Desa Digenjot Wartawan Sambangi Kopaska Pondok Dayung, Kupas Peran Pasukan Elite TNI AL Kelebihan Bawa Alkohol dari Luar Negeri? Bea Cukai Pastikan Dimusnahkan! Danrem Untoro: Kenaikan Pangkat Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan

Nasional

Soal Pengadaan Laptop di Sekolah Rakyat Kemensos, Pengamat Ingatkan Rawan Maladminitrasi

badge-check


					Soal Pengadaan Laptop di Sekolah Rakyat Kemensos, Pengamat Ingatkan Rawan Maladminitrasi Perbesar

ONNEWS.ID.JAKARTA- Pengadaan laptop guru yang kurang jelas speknya di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menjadi sorotan publik.

Sejumlah pengamat menilai proses pengadaan dengan anggaran Rp33,2 miliar pada Tahun Anggaran 2025 berpotensi menimbulkan maladministrasi.

Selain itu juga akan membuka celah dugaan korupsi jika tak melakukan secara terbuka dan transparan.

Pengamat Pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jejen Musfah, menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK wajib menindaklanjuti setiap laporan masyarakat karena anggaran yang digunakan bersumber dari pajak rakyat.

“KPK harus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, Karena dana yang digunakan adalah hasil pajak rakyat, yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Jejen, kepada wwrtawan di Jakarta, dikutip, Senin  (29/12/2025).

Menurutnya, pengadaan laptop guru di Kemensos baik untuk siswa Sekolah Rakyat di sektor pendidikan harus menjadi contoh dalam menjunjung akuntabilitas dan integritas.

“Hal ini penting untuk menunjukkan akuntabilitas dana APBN oleh kementerian termasuk bidang pendidikan, atau laptop untuk guru, tidak boleh ada anomali, penyimpangan dilakukan di atau untuk pendidikan,” katanya.

Jejen menekankan bahwa dunia pendidikan semestinya bebas dari praktik yang mencederai nilai kejujuran.

“Karena pendidikan justru bidang yang menjunjung integritas dan kejujuran,” tegasnya.

Sorotan serupa disampaikan Pengamat Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnerships (IDP-LP) Riko Noviantoro.

Ia menilai pengadaan laptop guru seharusnya dilaksanakan dengan prinsip keterbukaan, transparansi, dan ketertiban administrasi untuk mencegah penyimpangan.

“Pengadaan barang publik sepatutnya dilaksanakan dengan prinsip terbuka, transparan dan tertib,” ujar Riko kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Riko menjelaskan, keterbukaan memberi peluang bagi vendor berkualitas, transparansi memungkinkan publik memahami spesifikasi barang, dan ketertiban menjamin proses berjalan sesuai aturan.

“Terbuka artinya memberi peluang vendor berkualitas utntuk terlibat, transparan artinya speck, jenis dan seteruanya dapat dipahami semua pihak dan tertib artinya dilaksanakan dengan adminitrasi yang baik,” katanya.

Menurut Riko, pengabaian prinsip tersebut dapat menimbulkan berbagai penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

“Jika hal itu tidak dilakukan maka berpotensi ada berbagai penyimpangan. Satu diantaranya maladministrasi yang merupakan bagian dari celah kejahatan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, sikap tertutup dalam pengadaan laptop di Kemensos justru memperbesar ruang kecurigaan publik.

“Untuk itu sikap tertutup, tidak transparan dan tidak tertib pada pengadaan laptop di Kemensos bisa berpotensi maladministrasi yang dapat membuka celah tindakan dugaan korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, secara terbuka meminta KPK menyelidiki pengadaan laptop guru di Sekretariat Jenderal Kemensos.

“KPK harus memanggil dan memita klarifikasi kepada Gus Ipul (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) karena tidak tercantum atau jelas spek yang akan mereka beli pada Tahun Anggaran 2025 ini,” ujar Uchok.

Uchok juga menilai harga satu unit laptop yang hampir menyentuh Rp15 juta tidak wajar serta menyoroti penggunaan metode e-purchasing melalui katalog elektronik.

“Selain itu, pengadaan laptop Guru sangat mencurigakan lantaran pembelian barang tersebut sengaja mengunakan dengan cara metode e-purchasing melalui Katalog Elektronik (e-katalog),” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK Setyo Budiyanto memilih irit bicara.

“Silahkan ke Jubir,” kata Setyo Budiyanto saat dimintai keterangan di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum memberikan pernyataan hingga berita ini diturunkan.

Lainnya

Libur Lebaran Membludak, 47.070 Pengunjung Serbu Ancol Hingga Sore

22 March 2026 - 18:46 WIB

Ribuan Jamaah Rayakan Idul Fitri di Masjid Apung Ancol, Suasana Pantai Penuh Khidmat

21 March 2026 - 15:48 WIB

Momen Haru! Keluarga Besar Muhammad–Nuriah Kumpul Akbar di Rawamangun

21 March 2026 - 09:28 WIB

Pemerintah Tetapkan IdulFitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di seluruh Indonesia

19 March 2026 - 20:34 WIB

PWI Jaya Berbagi 2026, Ketum PWI: Upaya Organisasi Menumbuhkan Empati Sosial di Kalangan Wartawan

13 March 2026 - 20:41 WIB

Trending di Nasional