Menu ✖

Dark Mode
Imigrasi Tangerang Gelar PASPORIA di CFD BSD, Warga Wajib Daftar! Danpusterad Ingatkan Mahasiswa Waspadai Ancaman Perang Informasi Berbasis AI Kendala Biaya Teratasi, 414 Pelajar Jaksel Dibantu Ambil Ijazah Agama, Nalar, dan Kekuasaan: Ketika Moralitas Diuji oleh Politik SPS Genap 14 Tahun, Ini Strategi Siti Saidah Kembangkan Bisnis Pangan Imigrasi dan Dukcapil Jakarta Bahas NIK Ilegal

Pendidikan

Dari Teori ke Aksi: BEM TALKS UPJ Desak Kampus Cetak Problem Solver, Bukan Sekadar Lulusan

badge-check


					Foto : Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya bersama 2030 Youth Force Indonesia menggelar BEM TALKS bertajuk “Tutorial Membangun Karier Hijau dari Saat Kuliah” di Aula Gedung B Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Kamis (2/4).

Perbesar

Foto : Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya bersama 2030 Youth Force Indonesia menggelar BEM TALKS bertajuk “Tutorial Membangun Karier Hijau dari Saat Kuliah” di Aula Gedung B Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Kamis (2/4).

TANGERANG SELATAN – Langkah tegas generasi muda menuju masa depan berkelanjutan mulai menemukan bentuknya. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya bersama 2030 Youth Force Indonesia menggelar BEM TALKS bertajuk “Tutorial Membangun Karier Hijau dari Saat Kuliah” di Aula Gedung B Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Kamis (2/4).

Kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan sinyal kuat bahwa mahasiswa didorong keluar dari zona wacana menuju aksi konkret.

Di tengah meningkatnya urgensi krisis iklim dan ketimpangan sosial, forum ini menjadi ruang strategis yang menegaskan satu hal, dunia tidak lagi membutuhkan sekadar kepedulian, tetapi solusi nyata berbasis keilmuan.

Puluhan mahasiswa lintas program studi hadir, membawa perspektif beragam yang memperkaya diskursus tentang masa depan green jobs di Indonesia.

Tak berhenti pada narasi idealisme, kegiatan ini langsung menyentuh aspek implementatif.

Dukungan pendanaan bagi organisasi mahasiswa menjadi bukti bahwa dorongan perubahan tidak cukup dengan seminar, tetapi harus ditopang oleh aksi nyata. Ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap banyak forum serupa yang kerap berhenti di tataran wacana.

Dalam sesi pemaparan, peserta dibekali pemahaman mendalam terkait konsep pekerjaan hijau, prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), hingga strategi membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Penekanan diberikan pada pentingnya menjadikan karya akademik sebagai solusi riil yang bisa diterapkan di masyarakat, bukan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum.

Wakil Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UPJ, Desi Dwi Kristanto, menyampaikan kritik tajam terhadap paradigma lama pendidikan tinggi.

“Bahwa dunia saat ini tidak kekurangan individu yang “peduli”, tetapi kekurangan individu yang mampu menerjemahkan kepedulian menjadi inovasi yang berdampak,” tegas Desi dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (4/4/2026).

Nada serupa disampaikan Jahda Agniya Mahmudah. Ia menyoroti bahwa perubahan besar tidak lahir dari gagasan besar semata, melainkan dari langkah kecil yang konsisten.

“Dalam konteks ini, mahasiswa didorong untuk berani memulai, bahkan dari proyek sederhana yang memiliki nilai keberlanjutan,” tuturnya.

Presiden Mahasiswa UPJ juga menegaskan bahwa generasi muda tidak bisa lagi berdiri sebagai penonton dalam isu perubahan iklim. Mereka harus menjadi aktor utama, membangun kapasitas sejak dini, menyiapkan diri memasuki ekosistem karier hijau, dan berani mengambil peran sebagai problem solver.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Y4SDGs Roadshow yang diusung 2030 Youth Force Indonesia, sebuah inisiatif yang secara sistematis membangun kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan adanya pergeseran penting: kampus mulai diarahkan menjadi inkubator solusi, bukan sekadar pusat teori.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi dunia pendidikan tinggi: jika mahasiswa hanya dilatih untuk memahami masalah tanpa dibekali keberanian dan dukungan untuk bertindak, maka kampus berisiko tertinggal dalam menjawab tantangan zaman.

BEM TALKS UPJ membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, asal ada keberanian untuk melampaui batas teori.

Reporter : Matyadi

Lainnya

Kendala Biaya Teratasi, 414 Pelajar Jaksel Dibantu Ambil Ijazah

29 October 2026 - 17:59 WIB

Soroti Upah, Jaminan Sosial hingga Sengketa, Mahasiswa UNDIP Ajukan 8 Rekomendasi UU PPRT

24 October 2026 - 18:30 WIB

Kemendagri dan Pemprov Papua Selatan Sinkronkan Nomenklatur Pendidikan Khusus

23 October 2026 - 11:33 WIB

Konfirmasi Anggaran SDN Penjaringan 06 Belum Mendapat Tanggapan, LSM TOPAN-RI Minta Klarifikasi

12 August 2026 - 20:47 WIB

Monang Sitohang Siap Mengabdi, Fokus Pendidikan dan Kesejahteraan Warga

22 April 2026 - 22:20 WIB

Trending di Pendidikan