Menu

Dark Mode
Dari Teori ke Aksi: BEM TALKS UPJ Desak Kampus Cetak Problem Solver, Bukan Sekadar Lulusan Dandim Trenggalek Pantau Pra TMMD ke-128, Percepatan Infrastruktur Desa Digenjot Wartawan Sambangi Kopaska Pondok Dayung, Kupas Peran Pasukan Elite TNI AL Kelebihan Bawa Alkohol dari Luar Negeri? Bea Cukai Pastikan Dimusnahkan! Danrem Untoro: Kenaikan Pangkat Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan Momentum Lebaran Dimaksimalkan: Kejari Jakarta Timur dan Wartawan Satukan Langkah

Nasional

Menjaga Marwah Pers, Pokja PWI Jakpus Teguhkan Integritas di Akhir Tahun

badge-check


					Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat Perbesar

Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat

Jakarta Pusat — Menutup tahun dengan sikap kritis dan evaluatif, Pokja PWI Jakarta Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di kawasan Puncak Bogor. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan pernyataan sikap: pers harus tetap berdiri tegak di atas integritas, di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan fakta.

Bimtek tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan serius yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini—mulai dari tekanan kecepatan, banjir konten di media sosial, hingga maraknya informasi yang belum terverifikasi. Dalam konteks itu, pers ditegaskan tak boleh tergelincir menjadi sekadar penyampai kabar cepat, tetapi harus konsisten sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik.

Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi AR, menegaskan bahwa profesionalisme wartawan diuji justru ketika tekanan informasi semakin tinggi. “Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Verifikasi, keberimbangan, dan integritas adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ujar Helmi dalam keterangannya kepada wartawan.

Helmi mengingatkan, ketika pers abai terhadap akurasi dan etika, yang runtuh bukan hanya kredibilitas media, tetapi juga kepercayaan publik dan kualitas demokrasi. “Pers adalah pilar demokrasi. Jika pilar ini rapuh, maka ruang publik akan dipenuhi informasi menyesatkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Helmi menilai refleksi akhir tahun harus menjadi momentum koreksi diri baik secara individu maupun kelembagaan. Pers, kata dia, memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial. Karena itu, kritik yang disampaikan media harus tajam namun tetap berimbang, berbasis data, serta berpijak pada fakta, bukan opini sepihak atau kepentingan tertentu.

Selain penguatan kapasitas melalui pemaparan materi dan diskusi, Bimtek ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal. Soliditas anggota Pokja PWI Jakarta Pusat diperkuat untuk menyamakan visi pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan bertanggung jawab—sebuah komitmen bersama agar pers tetap relevan, dipercaya, dan bermartabat di tengah perubahan zaman.

Lainnya

Libur Lebaran Membludak, 47.070 Pengunjung Serbu Ancol Hingga Sore

22 March 2026 - 18:46 WIB

Ribuan Jamaah Rayakan Idul Fitri di Masjid Apung Ancol, Suasana Pantai Penuh Khidmat

21 March 2026 - 15:48 WIB

Momen Haru! Keluarga Besar Muhammad–Nuriah Kumpul Akbar di Rawamangun

21 March 2026 - 09:28 WIB

Pemerintah Tetapkan IdulFitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di seluruh Indonesia

19 March 2026 - 20:34 WIB

PWI Jaya Berbagi 2026, Ketum PWI: Upaya Organisasi Menumbuhkan Empati Sosial di Kalangan Wartawan

13 March 2026 - 20:41 WIB

Trending di Nasional