Menu

Dark Mode
Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama Sidang Fauziah-Eko, Saksi Ungkap PO dan Transaksi Rp2 Miliar Forwaka Sumut Rancang Koperasi, LBH dan STM untuk Perkuat Perlindungan serta Kesejahteraan Anggota Bea Cukai Perangi Rokok Ilegal, 10 Juta Batang Diamankan dengan Kerugian Rp8 Miliar Usai Dilantik, Anjasra Fokus Inventarisasi Barang Bukti Ngopi Usai MHT, Pokja PWI Jaktim Bahas Peluang Usaha

Nasional

Menjaga Marwah Pers, Pokja PWI Jakpus Teguhkan Integritas di Akhir Tahun

badge-check


					Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat Perbesar

Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat

Jakarta Pusat — Menutup tahun dengan sikap kritis dan evaluatif, Pokja PWI Jakarta Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di kawasan Puncak Bogor. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan pernyataan sikap: pers harus tetap berdiri tegak di atas integritas, di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan fakta.

Bimtek tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan serius yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini—mulai dari tekanan kecepatan, banjir konten di media sosial, hingga maraknya informasi yang belum terverifikasi. Dalam konteks itu, pers ditegaskan tak boleh tergelincir menjadi sekadar penyampai kabar cepat, tetapi harus konsisten sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik.

Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi AR, menegaskan bahwa profesionalisme wartawan diuji justru ketika tekanan informasi semakin tinggi. “Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Verifikasi, keberimbangan, dan integritas adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ujar Helmi dalam keterangannya kepada wartawan.

Helmi mengingatkan, ketika pers abai terhadap akurasi dan etika, yang runtuh bukan hanya kredibilitas media, tetapi juga kepercayaan publik dan kualitas demokrasi. “Pers adalah pilar demokrasi. Jika pilar ini rapuh, maka ruang publik akan dipenuhi informasi menyesatkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Helmi menilai refleksi akhir tahun harus menjadi momentum koreksi diri baik secara individu maupun kelembagaan. Pers, kata dia, memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial. Karena itu, kritik yang disampaikan media harus tajam namun tetap berimbang, berbasis data, serta berpijak pada fakta, bukan opini sepihak atau kepentingan tertentu.

Selain penguatan kapasitas melalui pemaparan materi dan diskusi, Bimtek ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal. Soliditas anggota Pokja PWI Jakarta Pusat diperkuat untuk menyamakan visi pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan bertanggung jawab—sebuah komitmen bersama agar pers tetap relevan, dipercaya, dan bermartabat di tengah perubahan zaman.

Lainnya

Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama

11 September 2026 - 18:56 WIB

Usai Dilantik, Anjasra Fokus Inventarisasi Barang Bukti

8 September 2026 - 14:26 WIB

Ngopi Usai MHT, Pokja PWI Jaktim Bahas Peluang Usaha

8 September 2026 - 00:20 WIB

Pramono Minta Pers Kawal Jakarta Menuju 500 Tahun

7 September 2026 - 19:07 WIB

Pengurusan Tanah Dipersoalkan Klien, Somasi II Notaris D.Y. Ditembuskan ke Majelis Pengawas

3 September 2026 - 12:20 WIB

Trending di Nasional