Menu

Dark Mode
Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

News

Belajar Sederhana, Semangat Luar Biasa: Santri Ponpes Tarbiyatul Falah Lebak Ngaji Sambil Menanti Berbuka Puasa

badge-check


					Suasana kebersamaan dan kesederhanaan mewarnai kegiatan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Kampung Pasir Akmad, Desa Muara II, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Minggu (22/2/2026).
Perbesar

Suasana kebersamaan dan kesederhanaan mewarnai kegiatan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Kampung Pasir Akmad, Desa Muara II, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Minggu (22/2/2026).

LEBAK – Suasana kebersamaan dan kesederhanaan mewarnai kegiatan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Kampung Pasir Akmad, Desa Muara II, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Minggu (22/2/2026).

Momen tersebut terungkap melalui unggahan status WhatsApp milik Umi Siti Nurlelah, S.Pd., istri dari KH Zamzam yang akrab disapa Abi Zamzam, pimpinan pondok pesantren tersebut. Dalam unggahannya, Umi Siti Nurlelah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian para dermawan yang telah berbagi makanan untuk para santri.

“Bagi-bagi bubur kacang yang sudah dikemas di Ruang 2… suplemen sebelum nyoret kitab Anwarul Masalik biar teteh coretannya. Terima kasih orang-orang baik yang sudah berbagi makanan dan peduli kepada kami para santri, semoga Allah tambahkan rezekinya dan hasilkan segala tujuannya,” tulisnya.

Dalam keterangan tersebut juga disampaikan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung menjelang waktu berbuka puasa.
Disebutkan, lurah pondok tengah memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) sambil menunggu waktu berbuka.

Kegiatan pengajian di pondok tersebut terbagi dalam beberapa ruang belajar. Untuk Ruang 2, proses ngaji dilaksanakan di halaman asrama putri, sedangkan Ruang 1 menggunakan ruangan yang dinilai lebih nyaman.

Umi Siti Nurlelah juga menyelipkan doa dan harapan agar di tahun mendatang pondok pesantren tersebut memiliki majelis atau ruang belajar yang lebih luas dan representatif.
“Semoga di tahun yang akan datang punya majelis yang luas ya teteh dan mamang santri.

Mohon doa ya teman-teman semuanya,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan berbagi bubur kacang tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekitar maupun para donatur terhadap kebutuhan konsumsi santri, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Bubur kacang dibagikan dalam kemasan sederhana sebagai makanan tambahan sebelum para santri melanjutkan aktivitas mengaji.

Kitab Anwarul Masalik yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan salah satu kitab yang dipelajari dalam tradisi pesantren salafiyah. Aktivitas “nyoret kitab” merujuk pada metode belajar dengan memberi catatan atau makna pada teks kitab kuning, yang membutuhkan ketelitian dan konsentrasi tinggi.

Kondisi belajar di halaman asrama putri untuk Ruang 2 menunjukkan adanya keterbatasan sarana dan prasarana. Namun demikian, kegiatan belajar tetap berjalan dengan penuh semangat. Hal ini mencerminkan karakter pendidikan pesantren yang mengedepankan ketekunan dan kebersamaan, meski dalam kondisi sederhana.

Unggahan tersebut tidak hanya berisi ucapan terima kasih, tetapi juga menjadi refleksi kebutuhan pengembangan fasilitas pondok pesantren ke depan. Harapan untuk memiliki majelis yang lebih luas menjadi gambaran bahwa jumlah santri dan aktivitas pembelajaran terus berkembang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak pengelola pondok terkait rencana pembangunan atau pengembangan fasilitas. Namun, pesan yang disampaikan melalui media sosial tersebut menunjukkan adanya keterbukaan dan ajakan kepada masyarakat untuk turut mendoakan serta mendukung keberlangsungan pendidikan para santri.

Kegiatan sederhana seperti berbagi bubur kacang di tengah proses pengajian menjadi potret nyata kehidupan pesantren: belajar, berbagi, dan bersyukur dalam kebersamaan.

 

Reporter : Matyadi

Editor : Matyadi

Lainnya

Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan

28 July 2026 - 19:03 WIB

Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan

25 July 2026 - 20:07 WIB

Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

23 July 2026 - 19:59 WIB

Mahkamah Agung dan Kemenag, Hadirkan Layanan Isbat Nikah bagi WNI di Luar Negeri

20 July 2026 - 08:02 WIB

Kejagung Jadi Sorotan, Pesan Rahasia hingga Dokumen Mutasi Ramai Beredar

16 July 2026 - 22:45 WIB

Trending di News