JAKARTA, onnews.id — Berawal dari rasa penasaran terhadap dunia teknologi, Bima Maulana Taufik, pelajar berusia 16 tahun asal Jakarta Selatan, perlahan mengembangkan ketertarikannya pada bidang cyber security. Menariknya, bidang yang ditekuninya di luar sekolah tersebut justru berbeda dengan jurusan yang sedang ia tempuh.
Bima saat ini bersekolah di SMK Assa’adatul Abadiyah, Tanjung Duren, dengan mengambil jurusan kuliner. Namun di luar kegiatan sekolah, ia cukup aktif mempelajari teknologi, khususnya keamanan siber.
Ia mengaku tidak pernah memiliki target sejak awal untuk bisa sampai pada tahap seperti sekarang. Ketertarikannya bermula dari rasa penasaran, kemudian berkembang melalui proses belajar secara mandiri, mencoba berbagai hal, mengalami kesalahan, hingga perlahan memahami bidang yang dipelajarinya.
“Awalnya cuma dari rasa penasaran, belajar sendiri, nyoba-nyoba, sering error juga, terus pelan-pelan mulai ngerti,” ujar Bima.
Menurut Bima, salah satu hal yang membuatnya tertarik pada cyber security adalah sifat bidang tersebut yang selalu menghadirkan sesuatu untuk dipelajari. Ia menikmati proses mencari tahu mengapa sebuah sistem dapat bekerja atau mengalami suatu kondisi tertentu.
Meski demikian, Bima tidak menganggap dirinya sudah ahli. Ia justru mengakui masih banyak hal yang belum dikuasainya dan masih harus dipelajari.
Dalam proses belajarnya, kegagalan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Tidak jarang ia menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang pada akhirnya tidak menghasilkan temuan seperti yang diharapkan. Bahkan, menurutnya, ada temuan yang setelah diteliti lebih lanjut ternyata bukan merupakan vulnerability.
Ketika mengalami kebuntuan, Bima biasanya kembali mencari tahu kesalahannya melalui dokumentasi, referensi, maupun pengalaman orang lain. Ia kemudian mencoba kembali dengan pendekatan yang berbeda.
Jika sudah terlalu buntu, ia memilih berhenti sejenak dan kembali melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda.
Bagi Bima, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. “Kalau gagal atau mentok, gw lebih nganggep itu sebagai bahan belajar daripada alasan buat berhenti,” katanya.
Dari Belajar Mandiri hingga Mendapat Apresiasi NASA Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi Bima adalah ketika ia memperoleh Letter of Recognition (LoR) dari NASA setelah melaporkan sebuah temuan melalui proses responsible disclosure.
Bima mengatakan, dirinya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan apresiasi tersebut. Ia mengaku memulai semuanya dari rasa penasaran dan proses belajar secara mandiri.
Sebelum melaporkan temuannya, Bima mengatakan ia terlebih dahulu mempelajari dan memastikan temuan tersebut. Setelah laporan dikirim dan diproses, ia kemudian mendapatkan Letter of Recognition sebagai bentuk apresiasi.
Bagi Bima, nilai pengalaman tersebut bukan hanya karena apresiasi datang dari NASA, tetapi karena hal itu menjadi bukti pribadi bahwa proses belajar yang selama ini dijalaninya mulai menghasilkan sesuatu.
Selain pengalaman tersebut, Bima juga mengikuti sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan bug hunting di berbagai instansi serta program CSIRT di beberapa instansi dan universitas.
Bima sendiri mengatakan bahwa hingga saat ini ia belum pernah mengikuti perlombaan atau kompetisi. Ia lebih banyak mengembangkan kemampuan melalui pembelajaran mandiri dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bidang keamanan siber.
Kemampuan dan Tanggung Jawab Bagi Bima, mempelajari cyber security bukan semata-mata tentang menemukan celah keamanan.
Ia ingin memahami keamanan sistem secara lebih luas, termasuk web security. Jika menemukan celah keamanan, ia berharap dapat melaporkannya melalui mekanisme yang tepat sehingga pihak terkait dapat memperbaiki masalah tersebut.
Menurutnya, kemampuan di bidang keamanan siber juga harus diikuti dengan tanggung jawab terhadap kemampuan yang dimiliki.
Ke depan, Bima ingin memperdalam pengetahuan dan pengalamannya. Ia berharap dapat bertemu dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, mengikuti komunitas, kegiatan, maupun program yang dapat membantunya berkembang.
Ia juga memiliki keinginan untuk suatu saat membuat sesuatu yang bermanfaat, seperti tools, proyek, atau platform yang berkaitan dengan keamanan siber.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan Perjalanan tersebut tidak sepenuhnya dilakukan seorang diri. Bima menyebut keluarga sebagai pihak yang paling banyak memberikan dukungan.
Meski tidak seluruh keluarganya memahami secara teknis apa yang sedang ia pelajari, mereka memberikan ruang bagi Bima untuk mengembangkan sesuatu yang disukainya selama dilakukan secara positif dan tidak merugikan orang lain.
Dukungan juga datang dari teman-teman yang menjadi tempat bertukar pikiran mengenai dunia teknologi.
Sementara di sekolah, Bima mengatakan sejumlah guru turut memberikan peran melalui dukungan dan apresiasi. Meski tidak secara khusus mengajarkan cyber security, dorongan dari guru membuatnya lebih percaya diri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan secara mandiri.
Tidak Ingin Dikenal Sebagai yang Paling Hebat Meski telah mendapatkan pengalaman dan apresiasi, Bima tidak ingin dirinya dikenal sebagai anak muda yang sudah paling hebat atau paling ahli.
Ia justru ingin dikenal sebagai anak muda biasa yang memiliki rasa penasaran besar dan mau terus belajar.
Di usia 16 tahun, ia masih berstatus sebagai pelajar dan mengakui masih sering mengalami kegagalan maupun kebingungan dalam proses belajar.
Bagi Bima, usia bukan alasan untuk menunda seseorang dalam memulai sesuatu yang disukai.
Ia juga berpesan kepada anak-anak muda yang memiliki bakat tetapi masih takut menunjukkannya agar tidak terlalu menunggu sampai merasa benar-benar siap.
Menurutnya, seseorang bisa memulai dari hal kecil, mencoba, mengalami kegagalan, kemudian belajar dari kekurangan yang ditemukan dalam proses tersebut.
Bima memandang bakat bukan sebagai hasil akhir, melainkan sebagai modal awal.
“Bakat itu lebih kayak modal awal, sedangkan yang bikin seseorang berkembang itu kemauan buat belajar dan konsisten,” ujarnya.
Ke depan, Bima berharap dapat membangun karier profesional di bidang cyber security, terus menambah pengalaman, dan suatu saat dapat berbagi ilmu dengan orang-orang yang baru memulai perjalanan mereka.
Baginya, pencapaian bukan hanya tentang penghargaan atau nama besar, tetapi tentang seberapa jauh seseorang mampu berkembang di bandingkan dirinya sendiri sebelumnya.
Reporter : Matyadi
Redaktur : Helmi AR






