Menu

Dark Mode
Operasi Besar Bea Cukai di Merak, Jutaan Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Dari Bekasi ke Surabaya, 10 Petinju Muda Siap Unjuk Kemampuan Sidang Internasional PA Jakpus, Bantu Ratusan WNI Dapat Kepastian Hukum Bank Jakarta dan PWI Jaya, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Kompetisi Jurnalistik Bergengsi Angkutan Sampah Turun 30 Persen, Wali Kota Jakpus Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Pengadaan Mesin Jahit Bermasalah, Tersangka DER Masuk Rutan Pondok Bambu

Nasional

Dari Bekasi ke Surabaya, 10 Petinju Muda Siap Unjuk Kemampuan

badge-check


					Foto:Ghosun Iron Camp (GIC) memberangkatkan 10 atlet tinju binaannya untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang akan digelar pada 26–28 Juni 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Perbesar

Foto:Ghosun Iron Camp (GIC) memberangkatkan 10 atlet tinju binaannya untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang akan digelar pada 26–28 Juni 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

BEKASI – Ghosun Iron Camp (GIC) memberangkatkan 10 atlet tinju binaannya untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang akan digelar pada 26–28 Juni 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Keikutsertaan para atlet tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang dijalankan GIC sebagai Sekretariat Cabang PERTINA Jakarta Pusat.

Meski berada di bawah naungan PERTINA Jakarta Pusat, proses pembinaan dan pelatihan para atlet selama ini dilaksanakan di Bekasi, Jawa Barat. Program tersebut bertujuan tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui olahraga tinju.

CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, menjelaskan bahwa olahraga tinju dapat menjadi sarana efektif dalam membangun disiplin, mental tangguh, dan sikap saling menghormati di kalangan remaja. Menurutnya, pembinaan olahraga menjadi salah satu solusi positif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang saat ini dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, perundungan (bullying), hingga kecanduan gawai.

“Melalui olahraga tinju, anak-anak belajar disiplin, menghormati orang lain, mengendalikan emosi, serta memiliki mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Susanto saat sosialisasi program pembinaan kepada pelajar dan tenaga pendidik, Jumat (12/6/2026).

Dalam setiap program pembinaannya, GIC mengedepankan nilai Disiplin, Respect, dan Mental Juara. Para atlet dibiasakan untuk menghargai waktu, menjalani latihan secara konsisten, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki keberanian untuk bangkit dari kegagalan.

Sebanyak 10 atlet yang akan bertanding di Surabaya telah menjalani program latihan intensif yang mencakup peningkatan kemampuan teknik, fisik, mental bertanding, hingga penguatan karakter. Seluruh biaya pembinaan dan keberangkatan atlet ditanggung sepenuhnya oleh organisasi tanpa membebankan biaya kepada para atlet.

Selain memburu prestasi di arena pertandingan, GIC berharap kejuaraan tingkat nasional tersebut dapat menjadi ajang menambah pengalaman dan jam terbang para atlet muda sehingga mampu berkembang menjadi petinju yang kompetitif di masa depan.

Dalam kesempatan itu, GIC juga mengajak pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga tinju yang dinilai mampu menjadi wadah positif bagi generasi muda.

Susanto mengatakan pihaknya telah menyampaikan informasi mengenai program pembinaan dan keberangkatan atlet kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia berharap dukungan terhadap kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembentukan karakter dan prestasi atlet muda terus diperkuat.

“Kami berharap pembinaan olahraga dapat terus mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan karena olahraga merupakan salah satu sarana efektif untuk membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi,” katanya.

Sejumlah pemerhati olahraga menilai pembinaan usia muda yang dilakukan secara konsisten dan profesional merupakan faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam Piala Wali Kota Surabaya 2026, Ghosun Iron Camp berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama masa pembinaan.

Keberangkatan 10 atlet tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di tingkat daerah terus berkembang dan memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter : Matyadi

Lainnya

Sidang Internasional PA Jakpus, Bantu Ratusan WNI Dapat Kepastian Hukum

10 June 2026 - 20:32 WIB

Bank Jakarta dan PWI Jaya, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Kompetisi Jurnalistik Bergengsi

10 June 2026 - 19:04 WIB

Kolaborasi Pemerintah dan Ghosun Iron Camp, Dorong Pengembangan Potensi Remaja

6 June 2026 - 11:35 WIB

Susanto dan Pertina DKI Jakarta, Bahas Strategi Pengembangan Atlet Tinju Berprestasi

6 June 2026 - 11:04 WIB

Darmadi Durianto Tebar Kepedulian, Warga Sunter Jaya Terima Bantuan Sembako

5 June 2026 - 18:42 WIB

Trending di Nasional