GRESIK – Dusun Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dipenuhi ribuan jamaah pada Jumat (8/5/2026) dalam pelaksanaan Haul Agung Buyut Djalaludin. Jamaah dari berbagai daerah berdatangan sejak dini hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan religi yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Kemacetan dan kepadatan kendaraan tampak terjadi di sejumlah akses jalan menuju lokasi acara. Meski demikian, suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur terlihat dari para jamaah yang hadir mengikuti haul tahunan tersebut.
Acara dimulai usai Salat Subuh berjamaah dengan kegiatan Sema’an Alquran. Para penghafal Alquran secara bergantian membaca ayat-ayat suci mulai dari Juz 1 hingga Juz 30 sebagai bentuk penghormatan kepada Almarhum Buyut Djalaludin sekaligus doa bersama bagi seluruh umat.
Haul Agung ini terselenggara atas prakarsa Abah Munir bersama tokoh masyarakat, para ulama, sesepuh desa, dan warga Dusun Pengalangan yang bahu-membahu menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
Tradisi Dzikrul Ghofilin dan Sema’an Alquran yang dilaksanakan dalam haul tersebut merupakan warisan perjuangan Almarhum KH. Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek. Sosok ulama kharismatik itu dikenal luas sebagai pendiri majelis yang kini berkembang hingga berbagai wilayah di Indonesia.
Perjalanan dakwah dan nilai-nilai spiritual Gus Miek kini diteruskan oleh KH. Agus Sabuth Pranoto Projo serta KH. Agus Ferry Khusnul Ma’ab. Melalui bimbingan para penerusnya, jamaah terus diajak memperkuat keimanan, menjaga persatuan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh haru. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti doa bersama hingga akhir kegiatan.
Dari lokasi kegiatan di Dusun Pengalangan, Menganti, Gresik, wartawan melaporkan.
Reporter : Matyadi











