Menu

Dark Mode
Dari Teori ke Aksi: BEM TALKS UPJ Desak Kampus Cetak Problem Solver, Bukan Sekadar Lulusan Dandim Trenggalek Pantau Pra TMMD ke-128, Percepatan Infrastruktur Desa Digenjot Wartawan Sambangi Kopaska Pondok Dayung, Kupas Peran Pasukan Elite TNI AL Kelebihan Bawa Alkohol dari Luar Negeri? Bea Cukai Pastikan Dimusnahkan! Danrem Untoro: Kenaikan Pangkat Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan Momentum Lebaran Dimaksimalkan: Kejari Jakarta Timur dan Wartawan Satukan Langkah

Wali Kota

Pemkot Jakpus Mulai Penataan Kebon Kacang, Saluran Air dan Trotoar Dibersihkan

badge-check


					Foto: Jakarta Pusat, Arifin, Wali Kota Jakarta Pusat, Kebon Kacang, Tanah Abang, Penataan Kota, Penertiban Bangunan, Trotoar Jakarta, Normalisasi Kali, Drainase Jakarta, Pemkot Jakarta Pusat, Infrastruktur Jakarta, Penataan Kawasan, Pedagang Kaki Lima, Tata Kota Jakarta. Perbesar

Foto: Jakarta Pusat, Arifin, Wali Kota Jakarta Pusat, Kebon Kacang, Tanah Abang, Penataan Kota, Penertiban Bangunan, Trotoar Jakarta, Normalisasi Kali, Drainase Jakarta, Pemkot Jakarta Pusat, Infrastruktur Jakarta, Penataan Kawasan, Pedagang Kaki Lima, Tata Kota Jakarta.

Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Pusat mulai melakukan penataan kawasan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, dengan menertibkan bangunan yang berdiri di atas trotoar dan menjorok ke badan kali di belakang Plaza Indonesia. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sekaligus memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan penataan kawasan sudah berjalan sejak Senin dan kini memasuki hari ketiga pelaksanaan. Berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, terdapat sekitar 35 bangunan yang selama ini memanfaatkan trotoar serta menjorok ke badan sungai.

“Kita akan kembalikan fungsinya. Trotoar untuk pejalan kaki dan nanti akan kita tata juga dengan taman agar kawasan ini lebih rapi dan nyaman,” kata Arifin saat meninjau lokasi, Rabu.

Arifin menegaskan fasilitas umum seperti trotoar dan saluran air harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Menurutnya, penggunaan trotoar untuk berdagang maupun kepentingan pribadi dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas.

Selain menertibkan bangunan, Pemkot Jakarta Pusat juga akan melakukan normalisasi kali yang berada di kawasan tersebut. Arifin menyebut kondisi kali saat ini cukup dangkal sehingga perlu dilakukan pengerukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA).

“Kita lihat kalinya sudah dangkal. Nanti kita minta SDA merapikan dan melakukan pengerukan,” ujarnya.

Penataan juga mencakup perbaikan jalan yang rusak dengan pelapisan ulang menggunakan hotmix, pengurasan saluran drainase, hingga penataan taman dan pohon di sekitar turap kali yang berpotensi merusak struktur penahan tanah.

Menurut Arifin, tahap awal kegiatan difokuskan pada pembersihan kawasan atau clean clearing. Ia meminta warga yang bangunannya berdiri di atas trotoar untuk membongkar secara mandiri sebelum proses penataan lanjutan dilakukan oleh dinas terkait.

Setelah tahap pembersihan rampung, sejumlah dinas seperti Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Bina Marga, serta Dinas SDA akan masuk untuk melakukan penataan lanjutan. Program ini, kata dia, akan terus berlanjut setelah Lebaran hingga kawasan tersebut benar-benar tertata.

Arifin juga menyoroti banyaknya saluran drainase yang tertutup bangunan atau lapak pedagang. Kondisi itu, menurutnya, kerap menjadi salah satu penyebab genangan di Jakarta karena saluran sulit dibersihkan.

“Kalau salurannya tertutup bangunan, tentu sulit dilakukan pengurasan. Ini yang sering menjadi penyebab genangan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Jakarta Pusat memastikan akan mendata pedagang yang terdampak penertiban. Pemerintah berencana mencarikan lokasi berdagang yang lebih sesuai agar mereka tetap bisa menjalankan usaha.

“Saya tidak melarang orang mencari penghasilan. Tapi aturan tetap harus dipatuhi. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang,” kata Arifin.

Arifin pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, FKDM hingga PKK, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap tertata. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci agar fasilitas kota yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Jakarta harus kita jaga bersama. Infrastruktur sudah dibangun pemerintah, tapi kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat, maka tidak akan berfungsi dengan baik,” tutup Wali Kota Jakarta Pusat.

Lainnya

Pemkot Jakpus Gelar Halalbihalal, Arifin Minta ASN Langsung Tancap Gas

25 March 2026 - 18:51 WIB

Christoforus Rea Meninggal, Arifin: Wali Kota Jakpus Kenang Peran Besar dalam Kerukunan

20 March 2026 - 19:25 WIB

Wali Kota Jakarta Timur Lepas Peserta Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026

3 March 2026 - 20:28 WIB

TP PKK Jakarta Timur Gelar Safari Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial dan Spiritual

2 March 2026 - 22:28 WIB

Bazar Ramadan Jakpus Diramaikan Layanan Hapus Tato dan Festival Warga

23 February 2026 - 16:13 WIB

Trending di Wali Kota