Trenggalek – Suara aba-aba prajurit berpadu riuh tawa anak-anak mewarnai halaman Markas Kodim 0806/Trenggalek, Rabu (7/1/2026). Di tempat yang biasanya identik dengan kegiatan militer itu, ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Thoriqul Huda Desa Kerjo mengikuti outing class bertema kebangsaan. Bagi sebagian besar dari mereka, inilah kali pertama melihat dari dekat “rumah” para tentara.
Sejak pagi, rombongan tiba dengan seragam sekolah lengkap. Cuaca yang cerah membuat semangat anak-anak tak terbendung. Mereka berbaris rapi, lalu diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas makodim, mulai ruang kerja, kendaraan operasional, hingga area latihan. Beberapa siswa tampak berbisik kagum saat menyaksikan atribut dan perlengkapan prajurit yang sebelumnya hanya mereka lihat di televisi.
Kodim 0806/Trenggalek memang sengaja membuka ruang bagi dunia pendidikan. Program ini, menurut pihak satuan, menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar memahami peran TNI secara utuh, bukan semata soal perang, tetapi juga pengabdian sosial di tengah masyarakat. Pendekatan yang dipilih pun bersifat ramah anak.
Pelda Komarul Huda, prajurit yang ditunjuk sebagai instruktur, mengawali sesi materi dengan cara tak biasa. Ia lebih banyak mengajak dialog ketimbang ceramah satu arah. Dengan contoh sederhana—seperti pentingnya disiplin bangun pagi dan patuh kepada guru—ia menghubungkan nilai keseharian itu dengan karakter seorang tentara.
“Siapa yang cita-citanya ingin jadi TNI?” tanyanya. Puluhan tangan langsung teracung. Dari momen itulah pertanyaan demi pertanyaan mengalir: apa tugas kodim, bagaimana menjadi tentara, hingga apakah tentara juga membantu saat bencana. Komarul menjawab satu per satu dengan sabar, sesekali diselingi guyonan yang membuat anak-anak kembali tertawa.
Komandan Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, menilai pembelajaran di lingkungan militer memberi pengalaman kontekstual yang sulit didapat di ruang kelas. Menurutnya, pengenalan wawasan kebangsaan sejak usia MI menjadi fondasi penting membentuk sikap cinta Tanah Air.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa prajurit hadir untuk melindungi dan melayani rakyat. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong harus mulai dirasakan sejak dini,” ujar Letkol Roy di sela kegiatan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Sekolah MI Thoriqul Huda, Imam Maskur. Ia menyebut outing class di markas TNI sebagai terobosan edukatif yang relevan dengan kurikulum pembentukan karakter. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan tema lain, misalnya mitigasi bencana dan bela negara.
Menjelang siang, para siswa meninggalkan makodim dengan membawa “oleh-oleh” cerita. Sebagian berfoto bersama prajurit, sebagian lagi masih memperbincangkan pengalaman naik kendaraan dinas. Markas TNI hari itu menjelma menjadi ruang belajar, tempat imajinasi anak-anak tentang dunia militer menemukan bentuk nyatanya.











