Menu

Dark Mode
Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

Nasional

Dari Hutan ke Pangkuan Negara, Lima Anggota OPM Nyatakan Setia pada NKRI

badge-check


					Foto: Lima Pemuda Eks OPM Ikrar Kembali ke NKRI di Puncak Papua Perbesar

Foto: Lima Pemuda Eks OPM Ikrar Kembali ke NKRI di Puncak Papua

Puncak, Papua – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu (3/1/2026).

Kelima pemuda tersebut yakni Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan didampingi Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, sebagai bentuk dukungan masyarakat adat.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang konsisten dilakukan Satgas Yonif 732/Banau di bawah Koops TNI Habema. Melalui program ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), Banau Berbagi Jumat, serta kegiatan sosial lainnya, prajurit TNI berhasil membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Dansatgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H.

Kepercayaan tersebut mendorong tiga pemuda yang berada di Kampung Jampul untuk mengajak dua rekannya yang berada di Timika kembali dan bersama-sama memilih jalan damai.

Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat menjadwalkan upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI pada Minggu (4/1/2026) di Gereja Bethel Kampung Jampul. Prosesi tersebut menjadi simbol rekonsiliasi dan awal proses reintegrasi sosial.

“Pembacaan ikrar bukan akhir, melainkan awal pendampingan. Kami menjamin keamanan dan mendorong mereka memperoleh program pemberdayaan pemerintah agar dapat membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol Chabibi.

Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. menilai keberhasilan ini sebagai bukti efektivitas operasi teritorial berbasis pendekatan humanis.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakan kedaulatan, tetapi sebagai bagian dari solusi perdamaian,” ujarnya.

Momen “pulang” ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI, dengan strategi yang tepat, mampu menjadi jembatan perdamaian dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat di tanah Papua, untuk bersama-sama mengukuhkan Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lainnya

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

28 July 2026 - 16:15 WIB

Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu

26 July 2026 - 18:17 WIB

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Pencegahan Stunting, KNPS Indonesia Libatkan PAUD, Orang Tua, dan HIMPAUDI di Matraman

23 July 2026 - 17:24 WIB

Tim Lintas Jaya Tertibkan Parkir Liar di BKN, Penegakan Hukum Dilakukan Bertahap

22 July 2026 - 12:39 WIB

‎PWI Tempuh Jalur Hukum, Hotman Paris Dilaporkan atas Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan

21 July 2026 - 14:26 WIB

Trending di Nasional