Menu

Dark Mode
Operasi Besar Bea Cukai di Merak, Jutaan Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Dari Bekasi ke Surabaya, 10 Petinju Muda Siap Unjuk Kemampuan Sidang Internasional PA Jakpus, Bantu Ratusan WNI Dapat Kepastian Hukum Bank Jakarta dan PWI Jaya, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Kompetisi Jurnalistik Bergengsi Angkutan Sampah Turun 30 Persen, Wali Kota Jakpus Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Pengadaan Mesin Jahit Bermasalah, Tersangka DER Masuk Rutan Pondok Bambu

Nasional

Dari Hutan ke Pangkuan Negara, Lima Anggota OPM Nyatakan Setia pada NKRI

badge-check


					Foto: Lima Pemuda Eks OPM Ikrar Kembali ke NKRI di Puncak Papua Perbesar

Foto: Lima Pemuda Eks OPM Ikrar Kembali ke NKRI di Puncak Papua

Puncak, Papua – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu (3/1/2026).

Kelima pemuda tersebut yakni Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan didampingi Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, sebagai bentuk dukungan masyarakat adat.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang konsisten dilakukan Satgas Yonif 732/Banau di bawah Koops TNI Habema. Melalui program ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), Banau Berbagi Jumat, serta kegiatan sosial lainnya, prajurit TNI berhasil membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Dansatgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H.

Kepercayaan tersebut mendorong tiga pemuda yang berada di Kampung Jampul untuk mengajak dua rekannya yang berada di Timika kembali dan bersama-sama memilih jalan damai.

Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat menjadwalkan upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI pada Minggu (4/1/2026) di Gereja Bethel Kampung Jampul. Prosesi tersebut menjadi simbol rekonsiliasi dan awal proses reintegrasi sosial.

“Pembacaan ikrar bukan akhir, melainkan awal pendampingan. Kami menjamin keamanan dan mendorong mereka memperoleh program pemberdayaan pemerintah agar dapat membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol Chabibi.

Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. menilai keberhasilan ini sebagai bukti efektivitas operasi teritorial berbasis pendekatan humanis.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakan kedaulatan, tetapi sebagai bagian dari solusi perdamaian,” ujarnya.

Momen “pulang” ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI, dengan strategi yang tepat, mampu menjadi jembatan perdamaian dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat di tanah Papua, untuk bersama-sama mengukuhkan Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lainnya

Dari Bekasi ke Surabaya, 10 Petinju Muda Siap Unjuk Kemampuan

12 June 2026 - 20:52 WIB

Sidang Internasional PA Jakpus, Bantu Ratusan WNI Dapat Kepastian Hukum

10 June 2026 - 20:32 WIB

Bank Jakarta dan PWI Jaya, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Kompetisi Jurnalistik Bergengsi

10 June 2026 - 19:04 WIB

Kolaborasi Pemerintah dan Ghosun Iron Camp, Dorong Pengembangan Potensi Remaja

6 June 2026 - 11:35 WIB

Susanto dan Pertina DKI Jakarta, Bahas Strategi Pengembangan Atlet Tinju Berprestasi

6 June 2026 - 11:04 WIB

Trending di Nasional