Menu

Dark Mode
Jenderal Tandyo Dorong Prajurit Yon TP 886/PJ Terus Berbuat Terbaik untuk Bangsa Proses Rekrutmen FKDM Jakarta Mengacu Permendagri dan Pergub Sekko Jakpus Hadiri Jakarta Mengaji, Santuni 100 Anak Yatim Sambut Ramadan 1447 H KompasTV Pertahankan Tahta SUCI, Ribuan Talenta Baru Serbu Audisi Musim ke-12 Aksi BeraniGundul 2026, YKAKI Tegaskan Komitmen Dampingi Anak Kanker dari Pengobatan hingga Pendidikan Babinsa Koramil Bandung Bantu Petani Rawat Saluran Irigasi

Nasional

Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang, Mendagri Lepas Praja IPDN

badge-check


					Mendagri Tito Karnavian saat melepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang. (Foto: Puspen Kemnedagri) Perbesar

Mendagri Tito Karnavian saat melepas Praja IPDN ke Aceh Tamiang. (Foto: Puspen Kemnedagri)

ONNEWS.ID. JAKARAT – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melepas keberangkatan ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Pelepasan berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Keberangkatan tersebut terbagi dalam tiga kloter dengan total 1.132 orang pada hari yang berbeda. Jumlah itu terdiri dari 863 praja dan sisanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka akan bertugas selama satu bulan, mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.

Mendagri mengungkapkan, berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih.

Kantor bupati dan sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur, sehingga aktivitas pemerintahan belum berjalan maksimal.

Menurutnya, pemulihan pemerintahan merupakan indikator utama kebangkitan suatu daerah pascabencana. Sebab, pemerintahan yang pulih akan menguatkan koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik.

Indikator penting lainnya adalah pulihnya ekonomi yang ditandai dengan hidupnya pertokoan, pasar, dan sektor sejenis.

“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya,” ujarnya.

Karena itu, Mendagri menegaskan fokus utama penugasan praja IPDN adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar roda pemerintahan dapat berjalan normal.

Setelah kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja akan diarahkan untuk menyasar fasilitas lainnya, seperti pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.

“Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasinya biar masuk. Karena kantornya dia mau masuk gimana? Lumpur semua,” ujarnya.

Mendagri juga mengingatkan para praja agar mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kondisi di lapangan masih dipenuhi lumpur dan debu.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah setempat.

“Yang penting saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal. Karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu. Bukan membuat mereka tambah sulit,” pesannya.

Selain itu, Mendagri tidak menutup kemungkinan para praja IPDN akan dikerahkan ke daerah lain di Aceh yang juga memerlukan bantuan.

“Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser. Bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada Lion Group yang mendukung pengiriman praja IPDN ke Aceh melalui penerbangan khusus sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia menyebut kolaborasi pemerintah dan sektor swasta sebagai wujud nyata semangat gotong royong bangsa Indonesia.

“Kita punya konsep yang mungkin negara lain tidak punya. Yaitu konsep gotong royong. Pemerintah dan non-pemerintah bekerja sama-sama ketika mengalami masalah,” ujarnya.

Mendagri optimistis, dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta dukungan berbagai pihak, pemulihan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dapat berlangsung lebih cepat.

“Saya sangat yakin bahwa Aceh akan pulih dengan jauh lebih cepat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, serta pejabat Kemendagri lainnya. Hadir pula Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Putu Eka Cahyadhi, serta pejabat terkait. **

Lainnya

KompasTV Pertahankan Tahta SUCI, Ribuan Talenta Baru Serbu Audisi Musim ke-12

15 February 2026 - 17:56 WIB

Aksi BeraniGundul 2026, YKAKI Tegaskan Komitmen Dampingi Anak Kanker dari Pengobatan hingga Pendidikan

15 February 2026 - 17:36 WIB

Imigrasi DKI Jakarta Apresiasi HPN ke-80, Tekankan Pentingnya Verifikasi dan Etika Jurnalistik

13 February 2026 - 17:02 WIB

Usai HPN 2026, Pokja PWI Jaktim Sambangi Ponpes Al-Malikiyyah di Lebak

10 February 2026 - 21:27 WIB

Dari Etika ke Ketahanan Nasional: Makna Retreat Wartawan PWI

2 February 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional