Menu

Dark Mode
Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama Sidang Fauziah-Eko, Saksi Ungkap PO dan Transaksi Rp2 Miliar Forwaka Sumut Rancang Koperasi, LBH dan STM untuk Perkuat Perlindungan serta Kesejahteraan Anggota Bea Cukai Perangi Rokok Ilegal, 10 Juta Batang Diamankan dengan Kerugian Rp8 Miliar Usai Dilantik, Anjasra Fokus Inventarisasi Barang Bukti Ngopi Usai MHT, Pokja PWI Jaktim Bahas Peluang Usaha

Nasional

Sabut Kelapa Jadi Cuan, Cocopeat Ramah Lingkungan Kian Diminati

badge-check


					Foto : Limbah sabut kelapa muda 
Perbesar

Foto : Limbah sabut kelapa muda

JAKARTA – Limbah sabut kelapa muda yang selama ini menumpuk di sekitar lapak pedagang kelapa kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis berupa cocopeat, media tanam ramah lingkungan yang banyak digunakan dalam sektor pertanian dan hortikultura.

Inovasi pengolahan limbah tersebut digagas oleh pelaku usaha Oktaryo Bekramada, yang mengumpulkan sabut kelapa bekas dari para pedagang untuk kemudian dicacah dan diolah menjadi cocopeat. Produk hasil olahan ini dikenal memiliki kemampuan menyimpan air yang baik serta mendukung pertumbuhan akar tanaman, sehingga banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias, hortikultura, hingga pertanian modern.

Menurut Oktaryo, pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Sabut kelapa yang selama ini dianggap sampah ternyata memiliki potensi besar. Dengan diolah menjadi cocopeat, limbah dapat berkurang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan, kebutuhan cocopeat di sektor pertanian dan perkebunan terus meningkat seiring berkembangnya tren bercocok tanam dan pertanian berkelanjutan. Karena itu, pengolahan limbah sabut kelapa menjadi media tanam dinilai sebagai solusi yang memberikan manfaat ganda, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Upaya serupa juga mendapat perhatian di wilayah RW 03 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, warga setempat mengolah limbah batok dan serabut kelapa menjadi cocopeat yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Dalam kunjungannya ke lokasi pengolahan, Lurah Pulo Gebang, Imran, menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dalam memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk yang bermanfaat.

“Batok kelapa merupakan salah satu limbah yang meskipun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menambah volume sampah apabila tidak dikelola dengan baik,” ujar Imran.

Ia menilai pengolahan limbah berbasis masyarakat seperti ini perlu terus didorong karena mampu mendukung pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan ekonomi produktif.

Program pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih produktif serta menciptakan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

Melalui inovasi tersebut, semakin banyak pihak diharapkan terlibat dalam pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Reporter : Matyadi

Redaktur : Helmi AR

Lainnya

Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama

11 September 2026 - 18:56 WIB

Usai Dilantik, Anjasra Fokus Inventarisasi Barang Bukti

8 September 2026 - 14:26 WIB

Ngopi Usai MHT, Pokja PWI Jaktim Bahas Peluang Usaha

8 September 2026 - 00:20 WIB

Pramono Minta Pers Kawal Jakarta Menuju 500 Tahun

7 September 2026 - 19:07 WIB

Pengurusan Tanah Dipersoalkan Klien, Somasi II Notaris D.Y. Ditembuskan ke Majelis Pengawas

3 September 2026 - 12:20 WIB

Trending di Nasional