Menu

Dark Mode
Ancol Manjakan Pelanggan Setia, Hadiah Mobil Listrik Warnai Undian Ancol Points Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta

Nasional

Sabut Kelapa Jadi Cuan, Cocopeat Ramah Lingkungan Kian Diminati

badge-check


					Foto : Limbah sabut kelapa muda 
Perbesar

Foto : Limbah sabut kelapa muda

JAKARTA – Limbah sabut kelapa muda yang selama ini menumpuk di sekitar lapak pedagang kelapa kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis berupa cocopeat, media tanam ramah lingkungan yang banyak digunakan dalam sektor pertanian dan hortikultura.

Inovasi pengolahan limbah tersebut digagas oleh pelaku usaha Oktaryo Bekramada, yang mengumpulkan sabut kelapa bekas dari para pedagang untuk kemudian dicacah dan diolah menjadi cocopeat. Produk hasil olahan ini dikenal memiliki kemampuan menyimpan air yang baik serta mendukung pertumbuhan akar tanaman, sehingga banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias, hortikultura, hingga pertanian modern.

Menurut Oktaryo, pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Sabut kelapa yang selama ini dianggap sampah ternyata memiliki potensi besar. Dengan diolah menjadi cocopeat, limbah dapat berkurang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan, kebutuhan cocopeat di sektor pertanian dan perkebunan terus meningkat seiring berkembangnya tren bercocok tanam dan pertanian berkelanjutan. Karena itu, pengolahan limbah sabut kelapa menjadi media tanam dinilai sebagai solusi yang memberikan manfaat ganda, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Upaya serupa juga mendapat perhatian di wilayah RW 03 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, warga setempat mengolah limbah batok dan serabut kelapa menjadi cocopeat yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Dalam kunjungannya ke lokasi pengolahan, Lurah Pulo Gebang, Imran, menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dalam memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk yang bermanfaat.

“Batok kelapa merupakan salah satu limbah yang meskipun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menambah volume sampah apabila tidak dikelola dengan baik,” ujar Imran.

Ia menilai pengolahan limbah berbasis masyarakat seperti ini perlu terus didorong karena mampu mendukung pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan ekonomi produktif.

Program pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih produktif serta menciptakan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

Melalui inovasi tersebut, semakin banyak pihak diharapkan terlibat dalam pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Reporter : Matyadi

Redaktur : Helmi AR

Lainnya

Ancol Manjakan Pelanggan Setia, Hadiah Mobil Listrik Warnai Undian Ancol Points

29 July 2026 - 16:51 WIB

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

28 July 2026 - 16:15 WIB

Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu

26 July 2026 - 18:17 WIB

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Pencegahan Stunting, KNPS Indonesia Libatkan PAUD, Orang Tua, dan HIMPAUDI di Matraman

23 July 2026 - 17:24 WIB

Tim Lintas Jaya Tertibkan Parkir Liar di BKN, Penegakan Hukum Dilakukan Bertahap

22 July 2026 - 12:39 WIB

Trending di Nasional