Ponorogo — Warga di sejumlah desa di Kabupaten Ponorogo kini tak lagi harus bertaruh keselamatan saat melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III mulai mengubah kondisi tersebut.
Program pembangunan yang menyasar empat titik di Kecamatan Bungkal, Sambit, Jambon, dan Slahung itu telah menunjukkan progres signifikan. Tiga jembatan telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat, sementara satu jembatan lainnya di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, masih dalam tahap penyelesaian.
Keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini dihadapi warga, terutama di wilayah yang masih bergantung pada jalur penyeberangan sungai.
Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan pembangunan Jembatan Garuda tidak sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat terkait aksesibilitas.
Menurutnya, selama bertahun-tahun sebagian warga harus menempuh rute lebih jauh atau menyeberangi aliran sungai untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah dan pusat kegiatan ekonomi.
“Jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya, Senin (18/5).
Dampak pembangunan mulai dirasakan masyarakat. Selain mempermudah aktivitas warga, akses baru tersebut juga meningkatkan keamanan pelajar yang sebelumnya harus melewati sungai untuk menuju sekolah.
Kepala SDN 4 Krebet, Krisnia Rina Puspita, mengatakan kondisi sebelum adanya jembatan kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
Krisnia menyebut sebagian siswa harus menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Kami selalu khawatir terhadap keselamatan anak-anak karena mereka harus melewati sungai,” katanya.
Pemerintah desa juga menilai keberadaan jembatan membawa perubahan nyata bagi aktivitas masyarakat. Kepala Desa Krebet, Devid Kristiyanto, menyebut akses yang lebih mudah membuat mobilitas warga dan kegiatan ekonomi menjadi lebih lancar.
David Kristiyanto berharap keberadaan Jembatan Garuda tak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Bagi warga setempat, jembatan tersebut kini tak sekadar infrastruktur penghubung, melainkan simbol perubahan yang menghadirkan rasa aman dan membuka akses menuju aktivitas sosial maupun ekonomi yang lebih baik.
Reporter Matyadi











