JAKARTA — Tumpukan sampah yang kian meningkat di wilayah Cakung Barat mendorong Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, untuk angkat bicara. Ia mengajak seluruh warga mulai mengubah kebiasaan dengan memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah nyata mengatasi persoalan tersebut.
Hal itu disampaikan Yasir saat berdiskusi santai bersama awak media di Cakung Barat pada Jumat (24/4/2026). Ia menilai, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Menurut Yasir, lonjakan volume sampah yang terjadi seiring pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah dari sumbernya. Pemilahan antara sampah organik dan anorganik dinilai menjadi kunci utama dalam menekan jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Sebagai langkah konkret, pihak kelurahan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur telah menggelar sosialisasi kepada pengurus RW, LMK, dan PKK pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan kembali. Sampah anorganik bisa disetorkan ke bank sampah tingkat RW, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bernilai guna.
“Dengan pemilahan ini, volume sampah yang masuk ke TPS bisa ditekan. Nantinya hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantar Gebang atau RDF Rorotan. Gerakan ini terus kami dorong melalui peran RW, RT, kader PKK, Jumantik, Dasawisma, serta komunitas warga,” ujarnya.
Yasir menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah di Tingkat RW. Kebijakan ini diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di tingkat masyarakat.
Selain itu, pihaknya terus melakukan edukasi agar kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari gaya hidup warga sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai potensi sumber daya.
“Jika dilakukan secara konsisten, ini bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga mendukung program pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy di masa depan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, tokoh lingkungan, serta pelaku usaha seperti pasar, restoran, hingga industri untuk bersama-sama mengelola sampah secara mandiri.
Yasir berharap, dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga, pengelolaan sampah di Cakung Barat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target nasional dalam penanganan sampah.
Reporter : Matyadi











