Lebak, Banten — Setelah mengikuti rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 di Kota Serang, rombongan Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (10/2).
Kunjungan yang berlangsung di Kampung Pasir Akmad, Desa Muara 2, Kecamatan Cikulur itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara insan pers dan lembaga pendidikan keagamaan.
Rombongan disambut langsung pimpinan pesantren, KH Zamzam atau yang akrab disapa Abi Zamzam, bersama istrinya Siti Nurlelah (Umi Lelah). Dalam pertemuan tersebut, pihak pesantren memaparkan sejarah berdiri hingga sistem pendidikan yang diterapkan.
Abi Zamzam menjelaskan, pesantren Al-Malikiyyah mulai dirintis pada 2013 dan mulai aktif sepenuhnya di lokasi saat ini sejak 2018–2019.
“Harapan kami, pondok ini terus berkembang dan mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta bermanfaat bagi umat,” ujar Abi Zamzam.
Abi Zamzam menuturkan, meski berhaluan salafiyah, pesantren tetap mengedepankan kedisiplinan dan aturan yang kuat agar para santri mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar keislaman.
“Santri dibiasakan hidup mandiri dan bertanggung jawab tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi,” katanya.
Namun, Abi Zamzam mengakui pesantren masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama pembangunan masjid serta penambahan asrama seiring meningkatnya jumlah santri.
Meski demikian, pihak pesantren berkomitmen menjaga akses pendidikan tetap terjangkau.
“Tidak ada biaya pendaftaran, hanya sedekah seikhlasnya. Iuran bulanan sekitar Rp400 ribu sudah termasuk makan dan kebutuhan dasar santri,” ungkapnya.
Sementara itu, Umi Lelah menyoroti sejumlah prestasi santri Al-Malikiyyah yang telah mencatatkan capaian di tingkat nasional melalui ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) maupun Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK).
Beberapa santri bahkan berhasil meraih juara dalam kompetisi STQH di Pontianak (2019), Maluku Utara (2021), Jambi (2023), hingga Kendari (2025).
Meski demikian, Umi Lelah menegaskan prestasi bukanlah orientasi utama pendidikan di pesantren.
“Yang terpenting adalah keberkahan dan kemanfaatan ilmu. Prestasi hanyalah bonus dari proses pendidikan,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, pihak pesantren turut menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional ke-80 kepada seluruh insan pers di Indonesia, seraya berharap pers terus menjalankan fungsi edukasi dan kontrol sosial bagi masyarakat.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal sinergi yang lebih luas dalam mendukung pengembangan pesantren serta pendidikan bagi santri dari kalangan kurang mampu.
Reporter: Matyadi







