Menu

Dark Mode
Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

Nasional

Menjaga Marwah Pers, Pokja PWI Jakpus Teguhkan Integritas di Akhir Tahun

badge-check


					Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat Perbesar

Foto: Helmi AR Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat

Jakarta Pusat — Menutup tahun dengan sikap kritis dan evaluatif, Pokja PWI Jakarta Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di kawasan Puncak Bogor. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan pernyataan sikap: pers harus tetap berdiri tegak di atas integritas, di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan fakta.

Bimtek tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan serius yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini—mulai dari tekanan kecepatan, banjir konten di media sosial, hingga maraknya informasi yang belum terverifikasi. Dalam konteks itu, pers ditegaskan tak boleh tergelincir menjadi sekadar penyampai kabar cepat, tetapi harus konsisten sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik.

Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi AR, menegaskan bahwa profesionalisme wartawan diuji justru ketika tekanan informasi semakin tinggi. “Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Verifikasi, keberimbangan, dan integritas adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ujar Helmi dalam keterangannya kepada wartawan.

Helmi mengingatkan, ketika pers abai terhadap akurasi dan etika, yang runtuh bukan hanya kredibilitas media, tetapi juga kepercayaan publik dan kualitas demokrasi. “Pers adalah pilar demokrasi. Jika pilar ini rapuh, maka ruang publik akan dipenuhi informasi menyesatkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Helmi menilai refleksi akhir tahun harus menjadi momentum koreksi diri baik secara individu maupun kelembagaan. Pers, kata dia, memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial. Karena itu, kritik yang disampaikan media harus tajam namun tetap berimbang, berbasis data, serta berpijak pada fakta, bukan opini sepihak atau kepentingan tertentu.

Selain penguatan kapasitas melalui pemaparan materi dan diskusi, Bimtek ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal. Soliditas anggota Pokja PWI Jakarta Pusat diperkuat untuk menyamakan visi pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan bertanggung jawab—sebuah komitmen bersama agar pers tetap relevan, dipercaya, dan bermartabat di tengah perubahan zaman.

Lainnya

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

28 July 2026 - 16:15 WIB

Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu

26 July 2026 - 18:17 WIB

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Pencegahan Stunting, KNPS Indonesia Libatkan PAUD, Orang Tua, dan HIMPAUDI di Matraman

23 July 2026 - 17:24 WIB

Tim Lintas Jaya Tertibkan Parkir Liar di BKN, Penegakan Hukum Dilakukan Bertahap

22 July 2026 - 12:39 WIB

‎PWI Tempuh Jalur Hukum, Hotman Paris Dilaporkan atas Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan

21 July 2026 - 14:26 WIB

Trending di Nasional