Menu

Dark Mode
Safari Jurnalis, PWI Kabupaten Bogor 2026 di Kecamatan Sukajaya Libur Sekolah 2026, Ancol Siapkan Festival Raksasa dan Segudang Promo Menarik Ghosun Iron Camp Prioritaskan Kesejahteraan Atlet, Sediakan Makanan Bergizi dan Dukungan Optimal Dampingi Wagub DKI, Arifin Pastikan Penanganan Pengungsi Jiung Berjalan Optimal Pengadilan Agama Jakarta Pusat Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas Kisah Inspiratif Susanto, Anak Babinsa dan Buruh Cuci yang Menembus Dunia Bisnis Nasional

Nasional

PERTINA Sambut Kehadiran Ghosun Iron Camp sebagai Fasilitas Pembinaan Atlet Tinju

badge-check


					 Foto : Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka pada Sabtu (30/5/2026) di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Perbesar

Foto : Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka pada Sabtu (30/5/2026) di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bekasi – Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka pada Sabtu (30/5/2026) di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran sasana tinju tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus wadah pengembangan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif dan produktif.

Peresmian Ghosun Iron Camp ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh CEO GIC, Susanto, yang akrab disapa Ghosun. Acara berlangsung di gedung utama GIC dan dihadiri para pembina, penasihat, pelatih, wasit, hakim pertandingan, atlet, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur olahraga.

Dalam sambutannya, Susanto menyampaikan bahwa pendirian Ghosun Iron Camp merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung kemajuan olahraga tinju nasional. Menurutnya, keberadaan sasana yang dikelola secara profesional diharapkan dapat menjadi tempat lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin merangkul semua kalangan, terutama generasi muda. Di tengah berbagai tantangan sosial yang ada saat ini, olahraga dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk mengarahkan anak-anak muda kepada kegiatan yang positif,” ujar Susanto.

Ia menjelaskan bahwa selain pembinaan tinju, Ghosun Iron Camp juga akan menyediakan pelatihan berbagai cabang bela diri lainnya. Program tersebut ditujukan untuk membuka ruang pengembangan bakat sekaligus memberikan alternatif kegiatan yang konstruktif bagi masyarakat.

Menurutnya, sasana ini juga terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang membutuhkan pembinaan dan pendampingan agar terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkotika maupun tindakan kriminalitas.

“Kami berharap melalui olahraga, generasi muda dapat memiliki tujuan hidup yang lebih baik, meningkatkan disiplin, serta membuka peluang untuk meraih prestasi. Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membantu membentuk karakter yang kuat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty Sumakud S.H,M.H menyambut positif berdirinya Ghosun Iron Camp. Menurutnya, bertambahnya fasilitas pembinaan olahraga tinju akan memperkuat proses regenerasi atlet dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.

“Pembukaan pusat latihan atau training center tinju ini merupakan langkah positif bagi pengembangan olahraga tinju ke depan. Melalui fasilitas seperti ini, peluang untuk menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial menjadi semakin besar,” ujar Berty.

Ia menilai keberadaan pusat latihan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial. Dengan demikian, semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakatnya secara terarah.

Menurut Berty, peserta pembinaan umumnya dapat mulai mengikuti latihan sejak usia sekitar 14 tahun. Selanjutnya, mereka dapat menempuh jenjang pembinaan sesuai regulasi organisasi olahraga yang berlaku hingga berpeluang memasuki program pembinaan atlet yang lebih tinggi.

Di DKI Jakarta, lanjutnya, terdapat program pembinaan atlet di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan yang membina atlet sejak tingkat SMA hingga lulus sekolah.

“Kehadiran training center seperti ini diharapkan dapat melengkapi sistem pembinaan yang sudah ada, sehingga proses pengembangan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan dari usia dini hingga mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan. Kehadiran Ghosun Iron Camp diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga tinju di Kabupaten Bekasi sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter dan prestasi bagi generasi muda.

Reporter : Matyadi

Lainnya

Ghosun Iron Camp Prioritaskan Kesejahteraan Atlet, Sediakan Makanan Bergizi dan Dukungan Optimal

2 June 2026 - 23:33 WIB

Pengadilan Agama Jakarta Pusat Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas

1 June 2026 - 19:41 WIB

Kisah Inspiratif Susanto, Anak Babinsa dan Buruh Cuci yang Menembus Dunia Bisnis Nasional

1 June 2026 - 15:21 WIB

Ziarah ke Makam Pendiri Warnai Peringatan HUT ke-18 Kongres Advokat Indonesia

1 June 2026 - 10:52 WIB

HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Akses Masuk Pengunjung

30 May 2026 - 14:21 WIB

Trending di Nasional