JAKARTA, onnews.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak insan pers terus mengawal perjalanan pembangunan Jakarta menuju usia lima abad. Pers dinilai memiliki posisi strategis dalam merekam sejarah, menyampaikan kondisi masyarakat, sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri puncak Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) ke-52 Tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).
Anugerah jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya tahun ini mengangkat tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan.” Lebih dari 900 karya jurnalistik dari berbagai media turut berkompetisi dalam ajang tersebut.
Pramono mengatakan karya jurnalistik memiliki peran penting karena mampu menggambarkan Jakarta secara utuh, mulai dari keberagaman masyarakat, dinamika kehidupan kota hingga berbagai persoalan yang masih dihadapi warga.
Menurutnya, pemberitaan mengenai Jakarta harus disampaikan secara objektif dan proporsional. Pers tidak perlu membesar-besarkan suatu persoalan, tetapi juga tidak boleh mengurangi fakta yang terjadi di lapangan.
“Tidak perlu terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi. Saya lebih cenderung apa adanya,” kata Pramono.
Jakarta Bersiap Menuju Lima Abad
Memasuki perjalanan menuju usia 500 tahun pada 2027, Pramono menyebut Jakarta memiliki momentum penting untuk kembali melihat perjalanan sejarah sekaligus mempersiapkan masa depan kota.
Ia menegaskan Jakarta merupakan rumah bagi seluruh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Namun, kebebasan dan keterbukaan tersebut tetap harus berjalan berdasarkan aturan serta kesepakatan bersama.
Sejumlah agenda juga disiapkan untuk menyambut momentum lima abad Jakarta. Salah satunya melalui kegiatan olahraga sepak bola dengan menghadirkan sejumlah tim dari ibu kota negara lain sebagai simbol persahabatan antarnegara.
Pendidikan, Kesehatan dan Kemiskinan Jadi Prioritas
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pramono memastikan tiga sektor utama tidak boleh dikurangi, yakni pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Untuk sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sejumlah program, di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah serta pembiayaan pendidikan.
Pemprov DKI juga telah menandatangani Pergub Nomor 20 Tahun 2026 mengenai program pembiayaan pendidikan daerah. Melalui kebijakan tersebut, akses KJMU akan diperluas, termasuk bagi mahasiswa Jakarta yang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Bandung, Surabaya, Semarang dan Makassar.
Program tersebut juga diarahkan untuk dapat menjangkau pendidikan hingga jenjang S2 dan S3.
Pramono menilai pendidikan menjadi instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Pendidikan itulah yang paling utama,” tegasnya.
Pemprov DKI Siapkan Rumah Sakit Baru
Pada sektor kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pembangunan sejumlah rumah sakit baru. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan lahan yang sebelumnya menjadi bagian dari persoalan Rumah Sakit Sumber Waras.
Pramono berharap pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga sebagian fasilitasnya mulai beroperasi pada 2028. Pengembangan rumah sakit berstandar internasional juga masuk dalam agenda tersebut.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya memastikan warga yang memang memiliki hak mendapatkan layanan kesehatan dapat memperoleh pelayanan secara optimal.
Transportasi Publik Terus Diperluas
Pengentasan kemiskinan juga dilakukan melalui berbagai program sosial, termasuk dukungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, lansia dan penyandang disabilitas.
Pemprov DKI juga memberikan akses transportasi publik gratis kepada kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses warga terhadap moda transportasi massal, termasuk MRT dan LRT.
Dalam pengembangan transportasi, Pramono menargetkan pembangunan LRT Kelapa Gading-Manggarai dapat segera dituntaskan dan kemudian dilanjutkan hingga Dukuh Atas.
Lintasan Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit. Jika diteruskan hingga Dukuh Atas, panjang jalur mencapai sekitar 14,2 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Menurut Pramono, konektivitas transportasi tersebut akan memberikan perubahan terhadap pola mobilitas warga Jakarta. Integrasi antarmoda juga diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan masyarakat.
Selain LRT, Pemprov DKI mendorong kelanjutan pembangunan MRT dari Pondok Labu menuju Harmoni dan selanjutnya hingga kawasan Kota Tua.
Penataan Kota Butuh Proses dan Komunikasi
Pramono mengakui masih terdapat sejumlah persoalan Jakarta yang membutuhkan penyelesaian secara bertahap. Salah satunya penataan kawasan Pasar Kramat Jati yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Ia menilai penyelesaian persoalan perkotaan tidak dapat dilakukan secara instan karena berkaitan dengan penataan kawasan, pembebasan lahan serta komunikasi dengan masyarakat.
Hal serupa terjadi dalam program normalisasi Sungai Ciliwung, Cakung Lama dan Kali Angke/Rorotan. Proses pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan yang harus diselesaikan pemerintah.
Untuk memperkuat komunikasi, Pemprov DKI membuka posko di lokasi pembebasan lahan. Masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai proses pembebasan lahan maupun hak-hak yang mereka miliki.
MHT 2026 Jadi Catatan Perjalanan Jakarta
Anugerah MHT ke-52 tahun 2026 menjadi salah satu ruang penghargaan bagi insan pers yang telah menghasilkan karya jurnalistik mengenai Jakarta.
Terdapat tujuh kategori utama dalam ajang tersebut, yakni tajuk rencana, foto, teks, infografis, radio, video televisi terestrial dan video televisi streaming. Selain itu, terdapat kategori khusus mengenai 5 Abad Jakarta dan Literasi Perbankan.
Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang dan insan pers yang terus menjalankan fungsi jurnalistiknya.
Menurutnya, pers bukan hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengawasi perjalanan pemerintahan dan pembangunan.
Dengan Jakarta yang bersiap memasuki usia 500 tahun, karya jurnalistik hari ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah perjalanan ibu kota.
“Sebagai Gubernur Jakarta saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini,” ujar Pramono.
Reporter : Matyadi
Redaktur : Helmi AR






