Menu

Dark Mode
Yulia Hastuti Dukung Pembinaan UP2K Utan Kayu Utara, Administrasi Usaha Jadi Perhatian Semarak Perayaan Perdana HUT RI Ke-81 di Perumahan Beverly Hills, Pemuda Jadi Penggerak Kegiatan UU Perekonomian Nasional Dinilai Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045 Private Tour Surabaya Tawarkan Wisata Personal dan Fleksibel AJB dan Balik Nama Tak Kunjung Tuntas, Kuasa Hukum Somasi Notaris Terkait Transaksi Tanah Bekasi Duka Pesisir NTT, Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Mahasiswa Himapen Jabodetabek Gelar Aksi Doa Bersama dan Galang Donasi

Nasional

Yulia Hastuti Dukung Pembinaan UP2K Utan Kayu Utara, Administrasi Usaha Jadi Perhatian

badge-check


					Foto:Upaya meningkatkan kualitas usaha keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) terus diperkuat di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Perbesar

Foto:Upaya meningkatkan kualitas usaha keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) terus diperkuat di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

JAKARTA TIMUR, onnews.id – Upaya meningkatkan kualitas usaha keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) terus diperkuat di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Salah satunya melalui kegiatan kurasi dan pembinaan yang digelar Pokja II TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur di RPTRA Utakara Beriman, Kelurahan Utan Kayu Utara (UKU), Kamis (20/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Utan Kayu Utara, Yulia Hastuti, SKM, menjadi salah satu unsur penting dari jajaran Kelurahan UKU yang mendampingi proses pembinaan dan kurasi UP2K.

Kehadiran Yulia Hastuti, SKM menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan, TP PKK, kader UP2K dan pelaku usaha dalam mendorong produk masyarakat agar tidak sekadar diproduksi, tetapi juga memiliki tata kelola dan daya saing yang lebih baik.

Kegiatan yang tercatat dalam notulen Nomor 079/Sekr/PKK.Kec/VIII/2026 tersebut merupakan bagian dari pembinaan pra-koperasi tingkat kecamatan. Materi kurasi mencakup kualitas produk, kemasan, administrasi usaha, legalitas, pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran melalui media digital.

Wakil Ketua Bidang TP PKK Kota Jakarta Timur, Wulandari, memberikan arahan agar pelaku UP2K mulai melihat usaha secara lebih profesional. Peningkatan nilai produk dinilai harus berjalan beriringan dengan kemampuan memasarkan dan menghitung hasil usaha.

“Value produk harus terus ditingkatkan. Jangan berhenti pada produksi, tetapi harus dipikirkan bagaimana produk tersebut bisa dipasarkan dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik,” menjadi salah satu penekanan dalam pembinaan.

Kurasi juga memberikan perhatian pada aspek legalitas, label produk, sertifikasi halal dan kualitas kemasan. Pelaku usaha diarahkan memanfaatkan WhatsApp, Instagram hingga TikTok untuk memperluas jangkauan promosi.

Tidak kalah penting, Pokja II mengingatkan pelaku UP2K mengenai pencatatan keuangan. Biaya bahan baku, transportasi, listrik, air, pemeliharaan peralatan serta tenaga kerja perlu dicatat agar penentuan harga jual tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata.

Pencatatan sederhana dapat dilakukan melalui buku harian dan buku bulanan. Dengan administrasi tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui modal, omzet, biaya operasional dan keuntungan secara lebih terukur.

Pembinaan juga menyentuh penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui pra-koperasi di tingkat RW. Peserta mendapat penjelasan mengenai simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela yang nilainya dapat disesuaikan dengan kemampuan anggota.

Aspek monitoring dan evaluasi turut ditekankan. Perkembangan omzet perlu dipantau secara berkala untuk mengetahui efektivitas strategi pemasaran sekaligus menentukan bentuk pembinaan berikutnya.

Kurasi diikuti pelaku UP2K dari enam kelurahan di Kecamatan Matraman dengan beragam produk, mulai dari cookies, minuman, jus dan kopi, kerajinan hingga produk makanan rumahan. Dari Kelurahan Utan Kayu Utara, antara lain terdapat Mpe2 Dapur Aara milik Susilawati yang turut mengikuti proses kurasi.

Dalam proses tersebut, jajaran Pokja II memberikan masukan mengenai identitas merek, penggunaan akun media sosial berbasis nama brand, kualitas foto produk serta pentingnya memperluas jejaring melalui koperasi di wilayah masing-masing.

Pembinaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UP2K tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membuat produk. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan dalam hal legalitas, administrasi, kemasan, pemasaran dan evaluasi keuangan.

Di tengah tuntutan pasar yang semakin kompetitif, peran aparatur kelurahan dan kader pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memastikan pelaku usaha memperoleh akses pembinaan secara berkelanjutan.

Yulia Hastuti, SKM, melalui perannya sebagai Kasi Kesra Kelurahan Utan Kayu Utara, menjadi bagian dari sinergi tersebut, khususnya dalam mendukung keterlibatan unsur kelurahan pada pembinaan dan penguatan ekonomi keluarga di wilayah UKU.

Kegiatan di RPTRA Utakara Beriman diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kurasi. Pendampingan lanjutan, evaluasi penjualan, penguatan legalitas, pembenahan administrasi serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi faktor penting agar produk UP2K mampu berkembang secara konsisten.

Pada akhirnya, keberhasilan program UP2K tidak hanya diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha meningkatkan kualitas, memperluas pasar, mengelola keuangan dan menciptakan tambahan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Reporter : Matyadi

Redaktur : Helmi AR

Lainnya

Semarak Perayaan Perdana HUT RI Ke-81 di Perumahan Beverly Hills, Pemuda Jadi Penggerak Kegiatan

19 August 2026 - 16:01 WIB

UU Perekonomian Nasional Dinilai Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

19 August 2026 - 15:11 WIB

AJB dan Balik Nama Tak Kunjung Tuntas, Kuasa Hukum Somasi Notaris Terkait Transaksi Tanah Bekasi

18 August 2026 - 17:13 WIB

Duka Pesisir NTT, Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Mahasiswa Himapen Jabodetabek Gelar Aksi Doa Bersama dan Galang Donasi

18 August 2026 - 11:38 WIB

HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumbawa Barat, Kajari Mahfuddin Serukan Penguatan Sinergi Antarlembaga

17 August 2026 - 21:12 WIB

Trending di Nasional