Trenggalek, onnews.id — Upaya pencegahan bencana di wilayah pegunungan Trenggalek dilakukan secara sederhana namun berdampak besar. Di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, kebersamaan antara aparat TNI dan warga menjadi kunci dalam menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman longsor dan genangan air.
Babinsa Desa Depok Koramil 0806-04/Bendungan, Serma Siswanto, turun langsung bersama warga membersihkan saluran air yang tersumbat material tanah longsoran di Dusun Soko, Minggu (11/1/2026). Kegiatan tersebut menyasar saluran air di RT 06 RW 02, kawasan lereng pegunungan yang rawan terdampak hujan deras.
Saluran air yang tertutup tanah, batu, dan sampah dinilai berpotensi memicu genangan bahkan longsor jika tidak segera ditangani. Dengan peralatan seadanya, Babinsa dan warga bergotong royong membuka kembali aliran air agar berfungsi normal.
Menurut Serma Siswanto, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga di wilayah binaan.
“Wilayah pegunungan memiliki risiko tinggi, terutama saat musim hujan. Saluran air harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti longsor atau banjir kecil,” kata Siswanto di sela kegiatan.
Siswanto menegaskan, karya bakti semacam ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga alam sekitar.
Kehadiran Babinsa di tengah warga disambut positif. Selain mempercepat proses pembersihan, warga merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di daerah rawan bencana.
Kegiatan di Desa Depok ini mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana berbasis gotong royong. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meminimalkan risiko bencana di kawasan pegunungan Trenggalek.











