Menu

Dark Mode
Pemerintah Gelar Isbat Nikah Terpadu di Penang, 44 Perkara Berhasil Dituntaskan Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Jadi Pesta Rakyat, Seni Betawi, UMKM dan Santunan Anak Yatim Bersatu Ketua LSM Harimau Penuhi Panggilan Polda Jateng, Klaim Bertindak atas Perintah Pihak Lain Jadi Sorotan Dukungan Mengalir untuk Arifin, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Minta Kritik Berlandaskan Fakta Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Rp11,2 Miliar, Negara Selamatkan Rp4,4 Miliar

TNI/Polri

Korem 081/DSJ Bersama Forkopimda Tanam 10.800 Bibit di Pacitan

badge-check


					Foto: Foto: Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto bersama Forkopimda dan elemen masyarakat melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Watu Mejo, Pacitan Perbesar

Foto: Foto: Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto bersama Forkopimda dan elemen masyarakat melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Watu Mejo, Pacitan

Pacitan — Upaya mitigasi bencana sekaligus pelestarian lingkungan terus diperkuat di wilayah pesisir Jawa Timur. Korem 081/DSJ bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan melakukan penanaman ribuan bibit mangrove dan tanaman keras di sejumlah titik rawan, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai Watu Mejo itu dipimpin langsung oleh Komandan Korem 081/DSJ, Untoro Hariyanto. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dini untuk menghadapi potensi bencana alam, khususnya abrasi dan dampak perubahan iklim di wilayah pesisir.

Tak hanya di satu lokasi, penanaman dilakukan secara serentak di beberapa kawasan lain di Pacitan. Total sebanyak 10.800 bibit ditanam, terdiri dari 3.500 bibit mangrove dan 7.300 bibit tanaman keras.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana yang nyata,” ujar Untoro kepada wartawan di sela kegiatan.

Untoro menekankan, mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami pantai karena mampu menahan gelombang laut dan mengurangi laju abrasi. Sementara tanaman keras di kawasan daratan berfungsi menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem.

Untoro juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat kepolisian, komunitas lingkungan, hingga masyarakat setempat.

“Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Sinergi inilah yang membuat upaya pelestarian memiliki dampak jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat bibit yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Lainnya

Hari Jadi ke-458, Danrem Untoro Dorong Sinergi Bangun Kabupaten Madiun Bersahaja

18 July 2026 - 22:48 WIB

MPLS SMPN 2 Watulimo Diisi Pelatihan Bela Negara dan PBB dari TNI

15 July 2026 - 16:48 WIB

Kodim 0806/Trenggalek Buka Ruang Belajar bagi Anak TK, Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

14 July 2026 - 15:19 WIB

Warga dan TNI Bahu-Membahu, Jembatan Garuda Buka Harapan Baru di Ponorogo

23 June 2026 - 14:23 WIB

Irjen Andry Wibowo: Kepercayaan Publik Bergantung pada Integritas dan Profesionalisme Polri

20 June 2026 - 21:41 WIB

Trending di TNI/Polri