Menu

Dark Mode
Ketua PT Bandung: Advokat Harus Jujur, Disiplin, dan Profesional dalam Menegakkan Keadilan Safari Jurnalis, PWI Kabupaten Bogor 2026 di Kecamatan Sukajaya Libur Sekolah 2026, Ancol Siapkan Festival Raksasa dan Segudang Promo Menarik Ghosun Iron Camp Prioritaskan Kesejahteraan Atlet, Sediakan Makanan Bergizi dan Dukungan Optimal Dampingi Wagub DKI, Arifin Pastikan Penanganan Pengungsi Jiung Berjalan Optimal Pengadilan Agama Jakarta Pusat Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas

TNI/Polri

Korem 081/DSJ Bersama Forkopimda Tanam 10.800 Bibit di Pacitan

badge-check


					Foto: Foto: Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto bersama Forkopimda dan elemen masyarakat melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Watu Mejo, Pacitan Perbesar

Foto: Foto: Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto bersama Forkopimda dan elemen masyarakat melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Watu Mejo, Pacitan

Pacitan — Upaya mitigasi bencana sekaligus pelestarian lingkungan terus diperkuat di wilayah pesisir Jawa Timur. Korem 081/DSJ bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan melakukan penanaman ribuan bibit mangrove dan tanaman keras di sejumlah titik rawan, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai Watu Mejo itu dipimpin langsung oleh Komandan Korem 081/DSJ, Untoro Hariyanto. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dini untuk menghadapi potensi bencana alam, khususnya abrasi dan dampak perubahan iklim di wilayah pesisir.

Tak hanya di satu lokasi, penanaman dilakukan secara serentak di beberapa kawasan lain di Pacitan. Total sebanyak 10.800 bibit ditanam, terdiri dari 3.500 bibit mangrove dan 7.300 bibit tanaman keras.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana yang nyata,” ujar Untoro kepada wartawan di sela kegiatan.

Untoro menekankan, mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami pantai karena mampu menahan gelombang laut dan mengurangi laju abrasi. Sementara tanaman keras di kawasan daratan berfungsi menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem.

Untoro juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat kepolisian, komunitas lingkungan, hingga masyarakat setempat.

“Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Sinergi inilah yang membuat upaya pelestarian memiliki dampak jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat bibit yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Lainnya

Aksi Nyata Sertu Nurdin, Daur Ulang Sampah untuk Membantu Warga yang Membutuhkan

31 May 2026 - 11:24 WIB

Patroli Kamtibmas Jakarta Timur, Selamatkan Pengemudi Ojek Online yang Lemas di Tepi Jalan

29 May 2026 - 21:03 WIB

Patroli Tengah Malam, Polsek Kramatjati Sasar Tawuran dan Begal

25 May 2026 - 12:39 WIB

Mendesak Mabes Polri, untuk segera memberantas Kartel Narkoba di Tanah Abang

23 May 2026 - 12:55 WIB

Mbah Kemi Segera Miliki Rumah Layak Huni, Renovasi Rutilahu Masuki Tahap Atap

18 May 2026 - 18:52 WIB

Trending di TNI/Polri